Nah lalu apa sisi lain dari "ngebacot" ini, ya kadang sebagai manusia, (kalo kamu salah satu yang ngerasain ini), nggak ada yang bisa dan pas untuk diajak cerita, bahkan untuk sekedar cerita-cerita sepele saja. Entah tidak didengarkan, tidak dihiraukan, atau bahkan tidak dihargai. Memang sih kalau ngga ada manusia yang bisa kita ajak sharing dengan nyaman kita bisa curhat sepuas-puasnya dengan yang Maha Kuasa. But please back to the reality, as the human being, kita juga telah dianugerahi title :makhluk sosial", keinginan untuk berinteraksi dengan manusia lainnya, kita selalu ingin berhubungan, sekuat-kuatnya kita menutup diri pasti keinginan itu masih ada meskipun sangat kecil.
Jadi jangan sangsi dulu kalau ada orang yang suka dikit-dikit ngebacot di media sosial, karena siapa tahu, sesungguhnya ia memiliki banyak sekali pemikiran atau mungkin sekedar cerita sehari-hari yang memberikan makna mendalam pada dirinya, namun tak ada seorang pun yang bisa ia jadikan teman cerita. Pada akhirnya, hanya media sosial lah yang menjadi teman setianya, karena media sosial pasti akan diam saja saat kita menyampaikan apapun, dan orang lain pun mungkin bisa saja tak sengaja membaca dan menjadi tahu apa isi hati penulisnya. Ini lebih baik kan daripada sengaja mengajak orang untuk mendengarkan ceritamu tapi si pendengar ini tidak tertarik atau bahkan tidak menghargaimu?
Contohnya saja aku ini, yang menulis pemikiran ini ke media ini, haha.
Tapi, tetaplah bijak dalam menggunakan media sosial, karena ada ungkapan lain yang mengatakan, "Mulutmu, Harimaumu."
ps: maafkan akan pemikiranku yang dangkal
