we've all got both light and dark inside us what matters is the part we choose to action. That's who we really are.
Tampilkan postingan dengan label wisdom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisdom. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Maret 2015

Sisi Lain

Sisi lain kenapa orang suka ngebacot di media sosial, termasuk aku. Sisi lain disini maksudnya adalah selain untuk sekedar menimbulkan sensasi dan mendobrak ketenaran ya atau bahkan untuk menyebarkan ilmu via media sosial. Pernah denger ungkapan, "kadang saat seseorang cerita, dia ga butuh solusi, dia cuma butuh didengerin."? harus kuakui aku sangat pro dengan ungkapan ini, karena kadang hati kita bisa lega hanya dengan sekedar bercerita keluh kesah kita ke orang yang kita percaya. Rasanya setelah cerita itu, ya sudah lega saja lalu semua kegundahan dan kegelisahan hati bisa agak berkurang. Entah dengan yang lain, tapi itulah yang aku rasakan.

Nah lalu apa sisi lain dari "ngebacot" ini, ya kadang sebagai manusia, (kalo kamu salah satu yang ngerasain ini), nggak ada yang bisa dan pas untuk diajak cerita, bahkan untuk sekedar cerita-cerita sepele saja. Entah tidak didengarkan, tidak dihiraukan, atau bahkan tidak dihargai. Memang sih kalau ngga ada manusia yang bisa kita ajak sharing dengan nyaman kita bisa curhat sepuas-puasnya dengan yang Maha Kuasa. But please back to the reality, as the human being, kita juga telah dianugerahi title :makhluk sosial", keinginan untuk berinteraksi dengan manusia lainnya, kita selalu ingin berhubungan, sekuat-kuatnya kita menutup diri pasti keinginan itu masih ada meskipun sangat kecil.

Jadi jangan sangsi dulu kalau ada orang yang suka dikit-dikit ngebacot di media sosial, karena siapa tahu, sesungguhnya ia memiliki banyak sekali pemikiran atau mungkin sekedar cerita sehari-hari yang memberikan makna mendalam pada dirinya, namun tak ada seorang pun yang bisa ia jadikan teman cerita. Pada akhirnya, hanya media sosial lah yang menjadi teman setianya, karena media sosial pasti akan diam saja saat kita menyampaikan apapun, dan orang lain pun mungkin bisa saja tak sengaja membaca dan menjadi tahu apa isi hati penulisnya. Ini lebih baik kan daripada sengaja mengajak orang untuk mendengarkan ceritamu tapi si pendengar ini tidak tertarik atau bahkan tidak menghargaimu?

Contohnya saja aku ini, yang menulis pemikiran ini ke media ini, haha.
Tapi, tetaplah bijak dalam menggunakan media sosial, karena ada ungkapan lain yang mengatakan, "Mulutmu, Harimaumu."

ps: maafkan akan pemikiranku yang dangkal

Kamis, 22 Januari 2015

dari Bapa Paus Kita

Jangan menangisi yang sudah hilang, berjuanglah atas apa yang masih ada.Jangan menangisi yang sudah meninggal, berjuanglah atas apa yg terlahir dalam dirimu.Jangan menangisi  karena orang meninggalkanmu, berjuanglah untuk yg sekarang ada bersamamu.Jangan menangisi karena orang membencimu, berjuanglah untuk mereka yg menyukaimu.Jangan menangisi masa lalu, berjuanglah untuk masa kini dengan segala tantangan2 nya.Jangan menangisi penderitaan, berjuanglah atas kebahagian yg ada.Dengan segala perkara yg ada dalam hidup kita, Mulailah belajar bahwa tidak ada hal perihal yg mustahil yg tak dapat diselesaikan, teruslah maju melangkah kedepan...

Sabtu, 12 Juli 2014

Just because i cant reblog it on my tumblr...

To Love And To Be Loved

danketika:
Kata mereka, dalam hidup, kita harus bertemu dengan 2 orang.
Pertama, orang yang kau cinta namun tidak mencintaimu.
Darinya kau akan belajar bahwa tidak semua hal itu benar.
Tidak semua hal yang indah dan membuat jantung berdegup kencang berarti takdirmu.
Tidak semua hal, sepayah apapun kau mencoba, dapat kau raih.
Orang itu tidak mencintaimu, bukan berarti ada sesuatu yang salah padamu.
Sederhana saja, degup jantung yang kau rasa untuknya, tidak berdegup sama dalam hatinya.
Orang itu mencintai orang lain.
Degup jantung yang kau rasa untuknya, berdetak saat ada di samping orang lain. Bukan kamu.
Darinya kau akan belajar mengenal rasa sakit yang abstrak. Tidak terlihat tapi terasa. Tidak teraba tapi mencekat tajam entah dimana.
Patah hati. Sesuatu patah yang entah dimana. Lalu kau belajar merelakan dan hidup kembali.

Kedua, orang yang mencintaimu, namun kau tidak mencintainya.
Darinya kau akan belajar bahwa kau punya sesuatu yang indah yang dapat dilihat orang.
Kau akan belajar menghargai diri sendiri, dan bahwa kau pantas mendapatkan sesuatu yang juga indah, karena orang tersebut mengagumi keindahanmu.
Darinya kau akan belajar bahwa orang pertama yang kau temui dulu, tidaklah jahat ataupun kejam dengan tidak mencintaimu.
Sederhana saja, degup itu tidak ada.
Dari orang kedua ini kau akan belajar bahwa, dicintai sebanyak itu adalah anugerah.
Dan bahwa merasa bahagia itu sederhana saja; merasa dihargai.
Darinya kau akan belajar memahami bahwa cinta bukanlah barang pasaran yang bisa kau dapatkan hanya karena kasihan.
Tidak, kau tidak bisa memilih orang ini karena kasihan.
Karena darinya kau tau bahwa, orang ini pantas mendapatkan cinta dengan kadar yang sama yang dia berikan.
Darinya yang mencintaimu dengan menggebu seperti melemparimu dengan batu, kau akan belajar cara mencintai dengan caramu yang akan benar untuk seseorang yang degup jantungnya berirama sama dengan degupmu.

Menjadi bahagia itu sederhana.
Sesederhana merelakan kalung kesayanganmu hilang ditelan lautan saat kau bermain dengan ombak.
Tidak ada suatu pertaruhan tanpa risiko.
Dan untuk jatuh cinta adalah sebuah pertaruhan yang paling agung.
"To love needs courage. To be loved needs readiness"

Reblogged from:  perjalanan

Jumat, 11 Juli 2014

its time to change your habit, dear...

Ini saatnya merubah gaya pergaulan. Sepertinya harus sering-sering berkumpul dan belajar dari mereka yang sudah merasakan getirnya hidup. Sudah merasakan susahnya bekerja dan berusaha untuk hidupnya sendiri di masa mudanya. Iya, minimal untuk diri sendiri. Bukan dengan sekumpulan orang yang dengan mudahnya menghambur-hamburkan apa yang mereka punya untuk kepuasan pribadi dan kenikmatan sesaat. Bagaimana susahnya mencari sepeser rupiah untuk hidup. Belajar mandiri menghidupi diri.Tidak sekedar merengek ke orang tua dan menadahkan tangan untuk menerima uang dari mereka. Iya, sudah 19 tahun, sudah masuk kategori dewasa muda, bukan anak-anak lagi, itu berarti sekarang sudah tidak bisa lagi dengan mudahnya bilang pada orang tua, "ma, pa aku mau ini ya, tolong kasih." Tidak.

Terkadang malu sekali sewaktu melihat mereka yang masih muda, bahkan lebih muda, sudah bisa merasakan pengalaman bagaimana susahnya mencari uang... Mungkin tidak cepat, tapi semoga setelah ini bisa sedikit berubah. Tidak lagi selalu mendongak ke atas, melihat dan iri pada mereka yang bisa dengan mudahnya, "ma, pa, aku mau ini." atau "uang segitu nggak ada apa-apanya." atau "yuk, jalan." tapi masih dengan bantuan orang tua... Mungkin akan susah. Iya, susah karena tidak punya pengalaman dan mental yang cukup kuat. Tapi setidaknya harus dicoba sebelum terlambat sebagai latihan untuk menghadapi kegetiran hidup selanjutnya...

Karena faktanya, hidup tidak selamanya manis...

Rabu, 04 Juni 2014

:)

Its time for you to get stronger. Just hold it a little bit more, you can do it, yes, for sure. A problem is not a stop sign, it's a guideline be sure to get it right.


sincerely,
me

Selasa, 13 Mei 2014

This is 'The Real Life'

Oh ini namanya hidup. Walaupun prosesnya benar, belum tentu hasilnya benar. Pada akhirnya, hasil yang selalu menentukan...

Rasanya seperti ingin menangis tapi air matanya nggak bisa keluar...

Sabtu, 26 April 2014

Someone please teach me about this

"if it doesn't nourish your soul then get rid of it"

how can i know that it will nourish my soul or not?

Sabtu, 22 Februari 2014

just do it

If you stay, stay forever.
If you go, do it today.
If you change, change for the better.
And if you talk, make sure you mean what you say.

Jumat, 27 Desember 2013

The difference of you and me

"Your confidence and laid-back personality must've come from there. I have confidence and a laid-back personality, too. But you're different from me. I tried hard to have that personality and you naturally have it. Someone who tried hard can recognize someone who naturally has that disposition. It makes them even more depressed. I didn't have a happy childhood and my family was nothing to boast about..."

Seo Yi Soo - A Gentleman's Dignity

Selasa, 10 September 2013

It's Too Fast

Aku baru menyadarinya.  Akhir-akhir ini Tuhan telah mengabulkan permintaanku terlalu cepat, ya terlalu cepat hingga aku belum siap menerimanya. Mungkin terlalu cepat bagiku, tapi Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan tepat pada waktunya.

Dan aku sadar, konsekuen atas pilihan yang kita ambil itu tidak mudah dan bahkan menjalani hal yang sangat kita inginkan dan menurut kita paling ideal itu pun juga tidak mudah.

Mode bertapa. Sedang dalam perbaikan diri (memperbaiki kondisi diri sendiri terlebih dulu sebelum melakukan langkah yang lebih besar).

Jumat, 16 Agustus 2013

Mimpi Kecil untuk Negeri yang Besar

Di tanah ini aku dilahirkan
Di tanah ini aku dibesarkan
Di tanah ini aku hidup
Di tanah ini aku ingin mengabdi

Namun apakah aku pantas untuk mengabdi pada negeri ini?
Aku hanyalah bocah kecil
Tak tahu apa itu politik
Tak tahu apa itu hukum

Negeri ini pula
Apakah pantas untuk diabdikan
Diabdikan oleh orang-orang besar dan hebat
Saat korupsi, kekacauan, kesenjangan ada dimana-mana
Saat negeri ini tidak peduli akan hidup
Hidup rakyat kecilnya
Sepertiku

Namun, aku memiliki keyakinan
Keyakinan yang tak tergantikan oleh apapun
Dalam keyakinan ini aku percaya
Kuletakkan keyakinan ini pada mimpi kecilku

Mimpi kecil dari bocah kecil
Mimpi kecil untuk membuat perubahan kecil
Perubahan kecil yang seiring berjalannya waktu
Bersama hembusan angin
Perlahan-lahan menjadi perubahan besar
Perubahan besar yang membawa negeri ini menjadi besar
Indonesia emas

 Aprillia Hardiyani Tanto

DIRGAHAYU 68 TAHUN REPUBLIK INDONESIA, negeriku tercinta.
Doa terbaikku kupersembahkan untukmu, tanah airku tercinta, Indonesia Raya.




Rabu, 07 Agustus 2013

Analogi - Refleksi

Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api juga dapat membakar jutaan pohon. Jadi, satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif. Korek api mempunyai kepala, tetapi tidak mempunyai otak, oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar. Kita mempunyai kepala dan juga otak, jadi kita tidak perlu terbakar amarah hanya karena gesekan kecil.

Ketika burung hidup, ia makan semut. Ketika burung mati, semut makan burung. Waktu terus berputar sepanjang zaman. Siklus kehidupan terus berlanjut.
Jangan merendahkan siapapun dalam hidup, bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita.
Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita. Waktu kita sedang jaya, kita merasa banyak teman di sekeliling kita.Waktu kita sakit, kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi HARTA.
Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan. Dan, setelah di ambang ajal, kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA.
Saling menghargai, saling membantu dan memberi, juga saling mendukung. Jadilah teman perjalanan hidup yang tanpa pamrih dan syarat.

Believe in "Cause and Effect" Apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai!

-dari Pak Depar, copied from WA group-OMK Yohannes-