we've all got both light and dark inside us what matters is the part we choose to action. That's who we really are.
Tampilkan postingan dengan label galau is attacking me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label galau is attacking me. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2015

Gloomy Days, I hate It

i start to face my gloomy days, i really hate it for sure...
now i hope that times is going to fly so fast, i really mean it
i hate this situation, how am i gonna be go through this summer? when there's nothing left to do...
why oh why... how am i gonna do my usual activities? how? i can't do it half heartedly...
where're you from? why do you always hurt someone's feeling?

"Terkadang rencana Tuhan jauh lebih baik dari impian kita"

Senin, 22 Juni 2015

Air Mata

Lupakan sejenak titik balik, aku ingin melanjutkannya tapi tak tahu harus mulai lagi darimana....

Kuhabiskan malam ini dengan menangis semalaman, memang air matanya tak keluar, tapi rasanya begitu menyesakkan di dalam hati.
Entah, ini sudah malam kesekian yang kuhabiskan dengan menangis semalaman. Bukan hanya menangis dalam hati, pernah juga aku menghabiskan dini hariku dengan menangis meraung-raung. Untung saja raunganku tak sampai membangunkan penghuni lain yang sedang tidur.

Oh Tuhan tolonglah aku...
Ini telah menjadi hari kesekianku berlaku seperti ini...
Aku mohon segeralah tunjukkan kehendakMu...

aku, sudah hampir mencapai batasku.

Minggu, 19 April 2015

Malapetaka

Sungguh, mengganggur itu membawa petaka yang besar. Selain menjadi tidak produktif, mungkin saat menganggur kamu akan melakukan suatu hal "iseng" yang punya dua kemungkinan: menghasilkan hal negatif atau positif. Namanya juga menganggur, jarang sekali yang membuahkan hasil positif, kebanyakan justru keisengan yang tidak ada gunanya.

Saya, baru saja mengalaminya, dan miris sekali. Karena "ke-anggur-an" saya itu tadi, saya baru saja memutuskan hubungan dan tali silahturahmi seseorang kepada dunia lamanya. Entah, pikir saya, dia merasa kami tak membawa manfaat dan kebaikan untuknya. Sungguh saya merasa bersalah sekali atas hal itu. Memang sayalah yang salah, 20 tahun namun bersikap seperti baru 14 tahun.

Saya mohon, kembalilah. Maafkan kesalahan kami. Kami sadar sudah seharusnya kami semua menjadi dewasa, mematangkan pemikiran dan tingkah laku kami, namun ada kalanya kami ingin kembali ke dunia lama, ke "rumah" dan "keluarga" kami dan bercanda ria seperti saat dahulu. Pemikiran kami sudah matang, hanya di depan penghuni "rumah" itu saja kami berlaku seperti "saat masih dulu". Mengertilah.

Apa nanti kalian semua, teman, saat kalian sudah menjadi seseorang yang sukses dan terkenal, kalian akan berubah? seakan dunia kalian yang sekarang telah terputus dari dunia lama, tidak perlu dan tidak penting untuk sejenak kembali seperti dahulu lagi? Apa iya?
Apakah semua harus diukur berdasarkan suatu materi atau tingkatan? Tidak bisakah kita kembali seperti dahulu tertawa dan bercanda bersama dengan lepasnya tanpa memikirkan "apa ini memberikan sesuatu pada saya?"

Renungkan dan jawablah sendiri teman....

Kamis, 12 Februari 2015

Sumpek

Sumpek. Em sepertinya aku tidak menemukan kata-kata dalam bahasa Indonesia yang pas yang dapat menjelaskan "sumpek". Yang jelas "sumpek" itu bagiku rasa ingin meledak, menangis, tapi aku juga tak ingin melakukan apapun. Contohnya untuk "sumpek" ku kali ini, aku tak melakukan apapun selain duduk manis di depan notebook ku. Tapi perasaanku begitu campur aduk dan rasanya aku ingin menangis sekencang-kencangnya saja. Ah, mungkin aku juga kurang berdoa. Mungkin.


Selasa, 10 Februari 2015

Hampa, mungkinkah semua itu semu?

Hampa, aku sangat rindu akan kehangatan yang dulu pernah kurasakan...

Rumah kini tak hangat seperti dulu... hanya kamar tidurku sendiri yang menjadi satu-satunya bagian yang tak ingin kuhindari. Semuanya berubah. Tak senyaman dulu. Sebisa mungkin aku hanya ingin diam dan memendamnya dalam-dalam... tak ada keinginan sedikit pun untuk membicarakannya. Aku sudah terlalu lelah dengan semua pertikaian dan perdebatan yang ada. Kukira, diam itu benar-benar emas. Diam adalah cara yang terbaik, tak peduli sesakit apa rasanya. Aku hanya ingin diam agar semuanya bisa mendingin...

Hal paling ngeri yang baru saja kurasakan... merasa tidak cocok dengan tempat yang sudah kutinggali selama hampir 20 tahun. Sungguh, ini ngeri.

Sahabat. Aku rindu akan kehangatanmu...
Sepertinya aku mengulangi kesalahan yang sama kembali. Maaf atas waktu dan perhatianku yang kurang untukmu. Aku kembali merasa kehilangan sesosok sahabat. Aku akan pasrah saja jika kau menemukan yang pasti jauh lebih baik dariku. Karena memang ini karmaku...

Semu... Aku rindu teman-temanku yang dulu. Kini... semuanya terasa semu. Maafkan jika aku terlihat baik di depanmu. Maafkan jika sebenarnya aku memendam rasa ketidakcocokan denganmu. Maafkan jika terkadang aku merasa tidak nyaman denganmu. Tapi, kau temanku, kan? Iya, setidaknya yang sudah menemaniku sejak aku masuk hutan rimba ini, keluar dari zona idealku yang sebenarnya sungguh teramat sangat nyaman. Entah kenapa... aku rindu akan tulusnya persahabatan yang dulu pernah kurasakan, bukan yang seperti ini, bukan. Menginjak 20 tahun, aku melihat semuanya itu semakin susah ditemukan. Terlalu banyak yang bermuka dua. Atau sebenarnya akulah yang bermuka dua? karena jujur aku tak tahan... aku tidak merasakan kehangatan dan ketulusan yang dulu sempat kurasakan. Maafkan aku. Aku sungguh menjijikkan...

Hanya satu orang manusia yang mengetahui ini semua, hanya satu selain Dia di atas. Aku sangat bersyukur telah menemuimu, terima kasih pada Tuhan yang telah mengirimkan manusia ini. Akhirnya impianku terwujud. Menemukan seseorang yang benar-benar bisa kuajak berbagi dalam situasi apapun, suka dan duka, senang dan malang. Kau benar-benar mengetahui semuanya. Tetaplah menjadi seperti ini...
Namun, satu permohonanku. Hanya satu. Jangan ubah aku yang sudah terbentuk ini. Membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menjadi aku yang sekarang ini. Kita masih sama-sama muda, kita memiliki banyak sekali impian yang belum terwujud. Tolong jangan bunuh aku dengan meragukanku untuk sekuat tenaga meraih impianku itu. Meraguganku, menyangsikanku, menyayangkanku...

Akhirnya... aku butuh rumah dan kehangatan itu kembali...

Sabtu, 12 Juli 2014

Just because i cant reblog it on my tumblr...

To Love And To Be Loved

danketika:
Kata mereka, dalam hidup, kita harus bertemu dengan 2 orang.
Pertama, orang yang kau cinta namun tidak mencintaimu.
Darinya kau akan belajar bahwa tidak semua hal itu benar.
Tidak semua hal yang indah dan membuat jantung berdegup kencang berarti takdirmu.
Tidak semua hal, sepayah apapun kau mencoba, dapat kau raih.
Orang itu tidak mencintaimu, bukan berarti ada sesuatu yang salah padamu.
Sederhana saja, degup jantung yang kau rasa untuknya, tidak berdegup sama dalam hatinya.
Orang itu mencintai orang lain.
Degup jantung yang kau rasa untuknya, berdetak saat ada di samping orang lain. Bukan kamu.
Darinya kau akan belajar mengenal rasa sakit yang abstrak. Tidak terlihat tapi terasa. Tidak teraba tapi mencekat tajam entah dimana.
Patah hati. Sesuatu patah yang entah dimana. Lalu kau belajar merelakan dan hidup kembali.

Kedua, orang yang mencintaimu, namun kau tidak mencintainya.
Darinya kau akan belajar bahwa kau punya sesuatu yang indah yang dapat dilihat orang.
Kau akan belajar menghargai diri sendiri, dan bahwa kau pantas mendapatkan sesuatu yang juga indah, karena orang tersebut mengagumi keindahanmu.
Darinya kau akan belajar bahwa orang pertama yang kau temui dulu, tidaklah jahat ataupun kejam dengan tidak mencintaimu.
Sederhana saja, degup itu tidak ada.
Dari orang kedua ini kau akan belajar bahwa, dicintai sebanyak itu adalah anugerah.
Dan bahwa merasa bahagia itu sederhana saja; merasa dihargai.
Darinya kau akan belajar memahami bahwa cinta bukanlah barang pasaran yang bisa kau dapatkan hanya karena kasihan.
Tidak, kau tidak bisa memilih orang ini karena kasihan.
Karena darinya kau tau bahwa, orang ini pantas mendapatkan cinta dengan kadar yang sama yang dia berikan.
Darinya yang mencintaimu dengan menggebu seperti melemparimu dengan batu, kau akan belajar cara mencintai dengan caramu yang akan benar untuk seseorang yang degup jantungnya berirama sama dengan degupmu.

Menjadi bahagia itu sederhana.
Sesederhana merelakan kalung kesayanganmu hilang ditelan lautan saat kau bermain dengan ombak.
Tidak ada suatu pertaruhan tanpa risiko.
Dan untuk jatuh cinta adalah sebuah pertaruhan yang paling agung.
"To love needs courage. To be loved needs readiness"

Reblogged from:  perjalanan

Rabu, 04 Juni 2014

:)

Its time for you to get stronger. Just hold it a little bit more, you can do it, yes, for sure. A problem is not a stop sign, it's a guideline be sure to get it right.


sincerely,
me

Sabtu, 24 Mei 2014

cyclic

yes, there will be a time when people get bored with you, no matter how good you are today, they'll just completely leave you...

Selasa, 13 Mei 2014

This is 'The Real Life'

Oh ini namanya hidup. Walaupun prosesnya benar, belum tentu hasilnya benar. Pada akhirnya, hasil yang selalu menentukan...

Rasanya seperti ingin menangis tapi air matanya nggak bisa keluar...

Jumat, 02 Mei 2014

Hati

whether it's serious or not, that words just bothered me...

 




"Kamu sudah mematahkan 3 hati sekaligus..."

"...........semoga hatiku juga tidak ikut patah............"




semoga bukan 'terlambat'...

Jumat, 14 Februari 2014

Sudah lama ya

tell me how you gonna be without me, cause everything's so wrong and i don't belong living in your precious memory, i used to be love drunk but no i'm hung over... will you try to fix me?

Rabu, 15 Januari 2014

It's been a long time...

I miss you, but i never want to admit it. I just really am scared if that feeling would hurt me... When my expectation doesn't meet the reality...

Jumat, 27 Desember 2013

The difference of you and me

"Your confidence and laid-back personality must've come from there. I have confidence and a laid-back personality, too. But you're different from me. I tried hard to have that personality and you naturally have it. Someone who tried hard can recognize someone who naturally has that disposition. It makes them even more depressed. I didn't have a happy childhood and my family was nothing to boast about..."

Seo Yi Soo - A Gentleman's Dignity

Selasa, 10 September 2013

It's Too Fast

Aku baru menyadarinya.  Akhir-akhir ini Tuhan telah mengabulkan permintaanku terlalu cepat, ya terlalu cepat hingga aku belum siap menerimanya. Mungkin terlalu cepat bagiku, tapi Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan tepat pada waktunya.

Dan aku sadar, konsekuen atas pilihan yang kita ambil itu tidak mudah dan bahkan menjalani hal yang sangat kita inginkan dan menurut kita paling ideal itu pun juga tidak mudah.

Mode bertapa. Sedang dalam perbaikan diri (memperbaiki kondisi diri sendiri terlebih dulu sebelum melakukan langkah yang lebih besar).

Kamis, 15 Agustus 2013

Somehow i feels betrayed

Gatau kenapa akhir-akhir ini merasa begitu.
Merasa terkhianati. You dont know when happiness is coming, but you can say when a sadness is about to come. Mungkin ini kata-kata yang tepat mendeskripsikan perasaanku. Perasaan yang selalu dan selalu terus saja aku pendam. Sudah aku ceritakan ke orang-orang terdekatku tapi tetep saja belum bisa sembuh. Mungkin ini saatnya aku meledak. Meledaknya nulis di blog. Nggak nyelesain masalah? Mungkin. Tapi setidaknya ini adalah cara lain buatku meluapkan perasaan yang terpendam. Kadang tanpa kita sadari kita nggak butuh solusi, kita hanya ingin sedikit rasa lega.

Feels betrayed. Rasanya baru kali ini dan pertama kalinya. Rasanya setelah anak ASET, aku sudah nggak punya teman yang "klik" lagi. Berburuk sangka mungkin bukan hal yang tepat. Lalu apa namanya jika aku tidak menemukan pembenaran akan buruk sangkaku itu dalam waktu yang lama? Entahlah. Sedih.

Aku sedih. Rasanya teman-temanku yang dulu dekat denganku sepertinya sudah lupa denganku. Kata Esther, "Mereka nggak mungkin lupa." Iya, aku percaya mereka nggak mungkin lupa. Mereka cuma nyuekin aku aja. Atau mungkin ini awalnya karena salahku sendiri? Karena aku yang lebih dulu nyuekin mereka dan akhirnya aku menerima balasannya? Mereka bisa dengan cepat meladeni, merespon orang lain, apalagi kalau orang itu termasuk golongan orang populer dan eksklusif... Apa karena aku nggak termasuk golongan orang itu jadi aku tidak direspon? tidak diladeni? atau mungkin hanya dianggap, "teman lewat atau masa lalu." atau aku berharap ketinggian? atau aku terlalu muluk-muluk? or maybe i dont deserve it?

Atau mungkin aku harus selalu dalam posisi mengalah...

Mungkin kamu ngerasa bukan masalah yang serius, tapi pernahkah kau mengalaminya? Merasa kesepian, ditinggalkan. Sudah sejak lama aku berusaha menghilangkan pikiran ini, tapi tetap saja tak bisa. Selalu saja ada saat pikiran ini kembali datang. Sangat mengganggu. Aku juga ingin menghilangkannya, tapi apa yang bisa kulakukan kalau pikiran ini sendiri tak mau pergi...

"Teman" Kini aku sangat menghargai hal itu, tapi...

Jumat, 12 Juli 2013

The Cruel of Expecting Too Much

ya Tuhan, berharap terlalu banyak itu memang bener-bener bisa bikin sakit hati...
Ternyata menjalani hidup dengan penuh syukur itu juga susah apalagi di masa-masa seperti ini.
Masa di mana aku benar-benar melihat dunia yang sesungguhnya.
How fast people changed... atau mungkin aku yang sudah berubah duluan?

penyesalan berlanjut, bro...

Selasa, 09 Juli 2013

Menyesal, Bro

Rasa menyesalnya baru datang akhir-akhir ini.
Atau sebenarnya sudah datang dari dulu tapi aku tidak menghiraukannya.
Nyesel bro, gue #eaaa
Nyesel karena dulu aku nggak menggunakan waktuku dengan sebaik-baiknya untuk membuat kenangan-kenangan manis dengan orang-orang yang kutemui.
Penyesalan yang lebih dalam... Karena aku nggak bisa (gagal) membangun relasi yang baik dengan orang-orang yang kukenal. Akhirnya kami hanya saling mengingat sebatas nama saja. Kurang lebih begitu. Aku terlalu asyik dengan diri dan duniaku sendiri, sampai-sampai nggak menghiraukan apa yang ada disekitarku.

Sedih.... Banget....

Seperti kata orang di Timeline twitter kapan hari, "Kita nggak akan bisa menghargai sesuatu, sampai kita merasakan kehilangan."

Aku berharap hal ini nggak akan terulang lagi di kemudian hari. Semoga mulai hari ini aku bisa mulai membuat kenangan-kenangan manis dengan setiap orang yang kutemui dan yang lebih penting, membangun relasi yang baik dengan mereka dan tahan lama. Amin.

Masih sediiih :(

Minggu, 23 Desember 2012

Mana yang Lebih Penting: Peluang atau Ambisi?

Masa kelas 12 ini benar-benar masa yang penuh gejolak
Masa yang juga penuh dengan penyesalan...

Gimana enggak?
Penuh gejolak dan penyesalan karena,
Aku punya ambisi, tapi nggak ada tempat dan waktu untuk mewujudkannya
Banyak peluang yang lewat, tapi aku melewatkannya begitu saja, karena aku tidak pandai dalam memanage sesuatu...

Aku ini adalah tipe orang yang mudah besar kepala
Dipuji sedikit saja, rasanya sudah melayang
Karyaku diapresiasi sedikit saja, sudah merasa punya potensi terpendam
Kalau orang-orang setuju dan senang dengan ide-ide dan konsep yang aku buat, rasanya sudah merasa diri ini "Wah, gilak mereka suka sama ideku"

GR banget emang...

Tapi di kelas 12 ini aku baru sadar, kalau sebenarnya ternyata aku telah memilih jalan yang "agak menyimpang"
Minat, kemampuan, bakat yang aku punya rasanya semua tidak sinkron
Kemampuan A, tapi minatku di B
Bakat C, tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengembangkannya. Entah karena memang tidak ingin untuk mengembangkannya lebih lanjut atau karena faktor lainnya...

Kadang rasanya sangat menyebalkan saat tahu bahwa aku dapat mempelajari sesuatu dengan mudah, tapi diri ini tidak berminat untuk mengembangkannya
dan saat aku sangat ingin mempelajari sesuatu dan mengembangkannya, tapi diri ini ternyata tidak mumpuni untuk melakukannya...
menyebalkan...

Punya ambisi, tapi tidak ada peluangnya
Ada peluang, tapi tidak berambisi disitu

Saat aku mulai mengutarakan keinginanku untuk menekuni suatu bidang yang menjadi ambisiku dan sinkron dengan kemampuan yang aku miliki, orang tua malah bilang,
"Memang bisa jadi apa disitu?"
"Memang bisa dapat duit berapa?"
"Memang bisa terkenal kamu disitu?"
"Memang dengan begitu bisa hidup enak?"
"Peluangnya sedikit, cari yang lain saja."
Huft, apa mereka tidak tahu,
Dengan itu aku bisa menjadi diriku sendiri
Kalau jadi diri sendiri, kita bisa bahagia kan?
Lagipula kesuksesan itu akan datang dengan sendirinya apabila kita hidup bahagia

Jadi, mana yang lebih penting, peluang atau ambisi?
Mana yang harus didahulukan, peluang atau ambisi?
Mana yang harus diperhatikan, peluang atau ambisi?

Mana? Mana? Yang mana?
Dipilih, dipilih, dipilih....


Jumat, 07 Desember 2012

Kata Tuhan, maybe?

Mungkin Tuhan ingin menegaskan kepadaku,
"Tidak semua yang kamu inginkan dan harapkan bisa tercapai saat ini, karena itu belum tentu baik buatmu."
ya... Amin. Semoga maksud dari semua keadaan ini memang begitu...

Jumat, 07 September 2012

바보 야 !


Aku ini… Bodoh, ya.
Terlihat selalu ada
Terlihat yang paling banyak meluangkan waktu
Tapi sayangnya,
Aksiku tidak pernah benar
Memalukan. Menyedihkan