we've all got both light and dark inside us what matters is the part we choose to action. That's who we really are.

Jumat, 20 Mei 2011

coach's advice

Hari ini agak beda dari hari Jumat biasanya. Hari yang biasanya sangat padat kegiatan. Apalagi Jum’at, biasanya selepas jam pulang sekolah aku harus mengejar banyak kegiatan, mulai dari pelajaran agama, yang diadakan waktu sholat jumat, kemudian latian band di Igos dan selanjutnya latian wajib paski di sekolah. Kalau udah gitu aku harus bolak balik dari sekolah kemudian ke igos dan kemudian kembali lagi ke sekolah, hanya dengan mengandalkan transportasi bemo –“. Tapi untungnya aja hal itu masih bisa kuatasi.

Hari ini agak longgar. Karena sekarang tanggal 20 Mei 2011, Smala mengadakan upacara bendera untuk memperingati hari kebangkitan nasional yang ke-103. Ini upacara hari besar, jadinya petugas upacara hari ini juga tampil beda. Mereka menggunakan Pakaian Dinas Upacara, seragam yang biasanya dipakai oleh Paskibraka (Paskibraka loh yaa bukan paskriba sekolah biasa). Kebetulan hari ini aku lagi nggak tugas jadi petugas upacara, karena waktu Hardiknas kemarin aku udah tugas hehehe, jadinya aku juga belum sempat merasakan gimana rasanya tugas pakai PDU *lebaay* Puji Tuhan upacara nya berjalan cukup lancar, yaah walaupun sehari sebelumnya kami se angkatan agak kalang kabut karena suatu persoalan, tapi ya puji Tuhan laah, hal itu masih bisa kami atasi dan akhirnya hari ini kami bisa melaksanakan tugas kami.

Abis upacara pelajaran biasa. Untunglah pelajaran hari ini nggak begitu memberatkan otak. Kalau ada ulangan, ulangannya nggak seberapa susah, dan kalau pun ada tugas, puji tuhan tugasnya bisa diselesaikan hari ini juga. Pokoknya ploooongg deeehh, rasanya enteng gitu. Waktu pulang sekolah, aku sama temen-temen asets ke kantin, lumayan lama lah, kita ngobrolin macem-macem mulai dari A sampai Z, sampai anaknya juga ganti-ganti, ada yang pulang, terus dateng yang lain lagi. Sampai akhirnya kita ngobrol bareng Mas Bondet + Mas Odi. Karena kantin hawanya lagi panas, aku ngusulin buat pindah ke kelas, akhirnya pindahlah kita ke kelas, tapi sayang, aku Cuma bisa sebentar di kelas, soalnya abis gitu ada rapat kecil sama Pararela. Aku ikut rapat itu sebentar, sebentaaaaar banget. Nggak tau kenapa abis gitu aku rada ngga mood, akhirnya aku pindah ke Pas-q hehehe, tapi emang lagian waktu itu Pas-q juga ada acara kok. Rencananya kita, angkatan XIX mau ngereview materi, tapi nggak jadi soalnya anak yang dateng dikit. Tiba-tiba Valen ngajakin buat jalan-jalan ke Grandci, waktu denger diajak gitu aku langsung mau, soalnya aku udah kangen juga jalan-jalan ke mall ahahahaha. Kebetulan waktu itu pelatih mau ke sekolah, jadinya kita nungguin pelatih dulu terus berangkat ke Grandci. Setelah melewati kembuletan dan keruwetan akhirnya kita jadi beneran berangkat ke Grandci. Sampai disana, geje sih –a. Ternyata Valen ngajakin kita ke Grandci tuh soalnya mamanya Andaru (temenku dari SMP, nggak bisa diceritakan mengenai asal-usulnya disini) lagi ngrayain ulang tahunnya bareng mamanya Valen. Nah, Valen sendiri berharap kalo dia ketemu mamanya, dia sendiri + kami bakal ditraktir makan sama mamanya andaru (dasar busuk). Awalnya Valen nggak ketemu sama mamanya, cegek. Tapi dia tetap berusaha dengan gigih untuk menemukan mamanya dan tadaaa akhirnya ketemu juga. Bener sih kita jadi ditraktir tapi abis gitu si Valen PULANG. Lak yo abis gitu kita nggeje seeehh, yang ngajakin dia eh dianya pulang duluan. Okay, sudah cukup cerita awalannya mari kita ke topik utama.

Karena garing nggatau mau ngapain, akhirnya kami, aku, Rizka, Sekar, Lina, Pelatih main truth or dare di foodcourt grandci. Karena mungkin awalnya cukup garing akhirnya tiba-tiba permainan berubah jadi sharing-sharing soal plus minus masing-masing anak. Nah ini dia plus minusku…

Rizka..

“Mmm, jangan diambil hati ya prell, Prelle itu minusnya suka ngomongin orang, terus agak moody juga. Cepet mangkel sama orang tapi waktu di depan orang yang dimangkeli itu bisa jadi baik juga.” (jadi ceritanya aku punya angel’s face gitu hahahaha)

“Terus plusnya itu bisa nemuin solusi, berpikirnya bisa lebih dewasa, mungkin Cuma itu yang baru kepikiran sekarang hehe.”

Lina..

“Prelle itu ya baik, enak.” (enak opo lin, dimakan aa –a)

“Ya agak sama kayak Rizka, prelle itu sukanya ngomongin orang, terus kalau ada apa-apa itu suka dipendem. Kalau ada masalah mesti suka ngomong-ngomong sendiri, padahal nggak ada yang ngajakin ngomong.” (jadi maksudnya Lina itu nggrundel gitu haha)

Sekar…

“Ya sama kayak yang lain, suka ngomongin orang, tapi kalo ngomong itu agak ceplas ceplos, ya bukan ceplas-ceplos sih, tapi kalo misalnya suasana lagi garing, prelle bisa bikin suasananya jadi nyenengin, terus ya baek.”

Semua anak udah nyampein pendapatnya masing-masing, termasuk pendapatku soal plus minus dari Rizka, Lina, Sekar. Tinggal pelatih aja yang belum nyampein pendapatnya. Sebagai anak didik, otomatis kami mau denger dong soal pendapat pelatih tentang kami dan pelatih pun akhirnya ngasih tau kami apa yang bisa kami kembangkan dari diri kami..

Pelatih, “Ya mungkin sekarang aku nggak akan ngasih tau kalian soal plus minus kalian, tapi aku bakal ngasih tau apa yang bisa dikembangkan dari kalian.”

Giliranku… Aku kaget, karena jujur aja, aku ngrasa pendapat pelatih yang ini beda banget dari yang lain..

Pelatih, “Kalau April ini aku lihat kamu yang paling kritis diantara yang lain. Kamu yang paling cepat mengerti soal keadaan teman-teman di sekitarmu. Kembangkan itu, karena kalau itu diimbangi dengan manajemen yang bagus, itu bakal ngembangin kemampuan leadershipmu. Nah, mulai sekarang kamu tak kasih tugas buat ngemong angkatanmu ini.”

Aku, “oh tidak…”

Pelatih, “Loh iya kan, pemimpin nggak harus selamanya yang memimpin, pemimpin juga harus bisa mengemong, mengerti anak buahnya. Sikap keibuannya dikembangkan.”

Ya kurang lebih begitulah percakapan kami, aku agak kaget dengan jawaban pelatih dan kata-kata “Nah, mulai sekarang kamu tak kasih tugas buat ngemong angkatanmu ini.” Adalah kata-kata yang paling membekas.

Percakapan pun dilanjutkan dengan membicarakan tentang proyeksi kami ke depannya. Siapa yang bakal jadi Sekbid II OSIS? Sapa yang bakal jadi Pengawas II MPK? Sapa yang bakal jadi Ketua Pas-Q V? Satu per satu nama aku sebutkan ke pelatih (waktu itu anak-anak lagi beli makan, jadinya tinggal aku sama pelatih duduk berdua di food court). Dan saat aku menyebutkan diriku sendiri, pelatih bilang, “Nah kenapa nggak kamu aja?” jawaban andalan aku keluarkan, “orang tuaku nggak suka sama kegiatan OSIS/MPK gitu.” Terus pelatih ngeluarin jawaban yang sama kayak anak-anak, “Kalau jadi BPH Pas-Q bisa kan?” ”Mungkin bisa pelatih, tapi ya nggak jadi ketua, ketua itu udah ada sendiri (aku mendukung sekar), mungkin ya kalo nggak sekretaris ya bendahara gitu.” …..

Anak-anak datang lagi, untuk sementara percakapan dihentikan karena kami harus konsentrasi makan, yah walaupun sebenernya waktu itu aku nggak makan sih *melas, nggak ada uang*

Karena hari udah malam, akhirnya kami mutusin buat pulang, kami udah disitu sejak jam 3 dan saat kami mau pulang itu sudah jam setengah 7. Awalnya aku mau pulang naik angkot, tapi pelatih nawarin aku buat nebeng dia sampai wonokromo, ya aku mau mau aja, kan lumayan hemat uang jajan hehe. Akhirnya kami berpisah, Rizka pulang bareng Sekar, aku, Lina, pelatih ke parkiran motor. Di parkiran kita pisah lagi, Lina ngambil motornya jauh dari tempat parkir motornya pelatih.

Di tengah perjalanan tiba-tiba pelatih nawarin buat nganter aku sampai rumah…

“Kamu tak anter sampai rumah ae yaopo?”

“Lo, rumahku kan di rungkut, jauh dari rumahnya pelatih, nyempal laan” (rumah pelatih di daerah Surabaya barat)

“Yo nggak papa, kaya aku nggak pernah ke Rungkut ae. Prel, kalo misalnya kamu jadi ketua Pas-Q V nya gimana?”

“Wah.. saya nggak berkompeten pelatih…..”

“Soalnya tadi aku ngomong-ngomong sama Rizka katanya gitu.”

“………”


Aku masih belum tahu apa aku akan bisa menjadi seperti yang dipesankan pelatih kepadaku. Tapi yang pasti, aku akan melakukan yang terbaik yang aku bisa selama aku mampu dan aku akan terus berusaha untuk memperbaiki "minus" yang aku miliki.

"Hiduplah dengan mimpi dan tujuan-tujuan besar dan wujudkan itu dengan keyakinan."

"Ciptakan batas, lalu lampaui."

"Berlarilah sampai kelelahan itu sendiri lelah mengejarmu."

Thanks coach for your advice! :D

Tidak ada komentar: