we've all got both light and dark inside us what matters is the part we choose to action. That's who we really are.

Rabu, 26 Oktober 2016

Jargonistik.

Mana yang katanya benar-benar merasa bersalah?
Mana yang katanya "aku minta maaf"?
Mana yang katanya "aku akan coba bantu kamu"?

Pada akhirnya kamu tidak dan tidak akan pernah melakukan apapun. Tidak melakukan apapun untuk menebus kesalahanmu. Tidak melakukan apapun untuk mengganti sesuatu yang telah rusak. Sedikitnya untuk melalukan apa yang kuminta sebagai bentuk permintaan tolongku kepadamu. Bahkan untuk membuatku menjadi sedikit lega saja kau tak akan pernah mau melakukannya...

Kau tak akan pernah melakukannya.
Aku tau, bukannya kau tak bisa, tapi mencobanya untuk mau pun kau enggan, dan karena tidak mau itu kau menjadi tidak bisa. Semua yang kau sampaikan hanya ucapan jargonistik semata. Tak akan ada yang menjadi nyata... Aku sedih pernah sempat terbelenggu omong kosongmu itu.

Selamat, selamat duduk manis dan tenang di kursi nyamanmu. Selamat menikmati hari-harimu yang semakin cerah dan indah.

Dan aku... Aku harus berusaha mati-matian keluar dari permainan emosi ini. Aku masih terkurung dalam emosi tidak stabil dan sakit hati ini, tanpa kamu tau kamulah penyebab dari semuanya...

Jika alam berkehendak, aku berharap karma itu ada.

Tidak ada komentar: