we've all got both light and dark inside us what matters is the part we choose to action. That's who we really are.

Minggu, 03 Juli 2011

Syukuri Apa yang Ada

Alkisah, ada seseorang yang sangat dekat sekali dengan Tuhan. Hubungannya sungguh amat dekat dan mesra. Suatu hari orang tersebut berbicara kepada Tuhan. Ia mengeluhkan soal salib yang dipikulnya.

"Tuhan... Salib yang kupikul ini terasa sangat berat sekali, Tuhan... Aku ingin menggantinya dengan yang lain, bolehkah Tuhan?"

Tuhan pun menjawab, "Anakku, bila engkau ingin mengganti salibmu atau bahkan kau tidak ingin memikulnya, itu tidak apa-apa anakku."

"Tapi Tuhan pernah berkata, siapa yang tidak memanggul salib tidak akan bisa menjadi anakmu, bagaimana Tuhan bisa berkata seperti itu?" kata orang itu.

"Baiklah kalau begitu, mari ikuti saya, ada yang ingin saya tunjukkan kepadamu."

Tuhan pun membawa orang itu ke sebuah tempat. Ternyata tempat tersebut adalah sebuah tempat penyimpanan salib. Berbagai macam jenis salib terdapat di dalamnya dan Tuhan pun berkata kepada orang itu, "Nah, anakku disini terdapat berbagai macam jenis salib. Pilihlah semaumu, jenis salib yang mana yang kau ingin dan menurutmu cocok untukmu."

Orang itu pun terperangah sesaat melihat tempat penyimpanan salib yang begitu besar dan megah. Kemudian, ia mulai mencari jenis salib yang ia ingin. Dia menemukan satu salib. Salib ini beratnya agak ringan, akan tetapi gagangnya yang panjang membuat salib ini terasa tidak nyaman saat dipikul. Ia meletakkan kembali salib itu ke tempat asalnya dan mulai mencari jenis salib yang lain. Akhirnya ia menemukan sebuah salib yang kecil dan nyaman untuk dipikul, tetapi bobotnya sangat berat sehingga ia tidak mampu untuk memikulnya. Ia pun berkeliling kembali untuk mencari jenis salib lain yang benar-benar cocok untuknya. Ia berhenti di depan sebuah salib dan mencoba untuk memikulnya. Kemudian ia berkata, "Nah ini Tuhan, aku sudah menemukan jenis salib yang cocok untukku. Bentuknya sangat nyaman sekali untuk dipikul dan beratnya pun juga ringan." Tuhan yang melihat hal itu, berkata sambil tersenyum, "Anakku, coba engkau perhatikan kembali. Lihat salib yang kau pikul sekarang ini baik-baik. Itu adalah salib yang kau pikul sebelumnya, yang Kuberikan kepadamu dan kau bawa sebelum kau datang ke tempat ini."
Dan orang itu pun terkejut. Ia sadar bahwa betapa baiknya Tuhan yang memberikan salib sesuai dengan kemampuan yang dimiliki umatnya. Sama seperti yang dikatakan Yesus, "Marilah kepadaKu, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat 11:28).

:)

Tidak ada komentar: