we've all got both light and dark inside us what matters is the part we choose to action. That's who we really are.

Kamis, 10 Maret 2011

SSKK, my new religion experience

"Kita sering meminta apa yang kita inginkan pada Tuhan, namun Tuhan memberikan apa yang paling kita butuhkan dan Ia memberikannya secara berkelimpahan."

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"
matius 6:25

"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
matius 6:34

setidaknya ada 1 hal yang membuatku betah berada di smala. membuatku semangat masuk pada hari jum'at, hari yang pendek--yang lebih baik aku buat bolos saja. sepulang sekolah, aku bersama siswa katolik lainnya berkumpul di kelas XI-IS, disana kami mengikuti pelajaran agama. memang pada awalnya aku sempat tidak semangat mengikutinya, karena image pelajaran agama yang sangat boring--seperti saat masih duduk di bangku SMP. Pada waktu SMP guru yang mengajar tidak seberapa memperhatikan kami, ia hanya mengajar namun tak mendorong kami untuk lebih dekat dgn Tuhan secara pribadi (aku rasa). Pelajaran agama menjadi saat2 yang paling membosankan bagiku pada saat itu. Tapi sekarang... aku cukup bahagia mengikuti pelajaran agama di smala ini. dimulai dengan kakak kelas yang asik2, lucu, konyol dan mudah akrab dengan adik2 kelasnya, teman2 seangkatan yang antusias, guru yang mengajar kami dengan tidak dengan basa-basi namun langsung pada aplikasinya. di smala ini, kegiatan pelajaran agama dijadikan satu dengan ekskul, mungkin inilah yang membuatnya asik. jadi, kami boleh mengadakan kegiatan keagamaan selain pelajaran agama. beberapa waktu yang lalu, sekitar bulan september, SSKK (sebutan untuk ekskul keagamaan Katolik di smala) mengikuti retret - yang dimana tempatnya aku lupa karena aku tidak sempat mengikutinya. kemudian kami mengadakan natal khusus anggota SSKK di rumah salah satu kakak kelasku. ini sangat berbeda dengan saat aku masih di SMP, setiap ada hari besar seperti natal atau paskah, siswa katolik dan protestan selalu merayakannya bersama-sama, bahkan persekutuan doa pun dilakukan bersama. kami yang katolik dan protestan, berbaur menjadi satu, memang bukan masalah besar menurutku, tp ada beberapa tata cara yang berbeda di antara 2 keyakinan pengikut Kristus ini.

Akhir-akhir ini SSKK mengadakan doa novena 3x salam maria untuk mendoakan kakak kelas yang akan menghadapi ujian. aku cukup senang, ini merupakan hal baru bagiku. aku memang orang Katolik, namun, aku akui aku tidak cukup paham mengenai agamaku, sebelumnya aku berpikir yang aku perlukan hanyalah ke gereja, dan berdoa pagi malam, sebelum makan, dan saat akan belajar di sekolah, namun karena guruku sekarang ini, Ibu Yuli, aku menjadi mengerti bahwa yang harus kulakukan tidak hanya sebatas itu. aku senang di sini aku merasa bisa lebih dekat dengan teman2 se-iman, dan tentunya hal ini bisa lebih memperkuat imanku. saat pelajaran agama ini tiba, aku bisa dengan leluasa mendengarkan dan membicarakan apa saja tentang kerohanian Katolik, langsung mengenai pengaplikasiannya dalam hidup, bukan teori2 seperti sebelumnya. sekarang ibuku dan nenekku pun sepertinya juga senang, beliau selalu antusias mendengarkanku saat aku bercerita mengenai apa yang aku lakukan sekarang di SSKK. Di SSKK ini aku jadi sadar kalau masih banyak yang harus ditingkatkan dalam diriku mengenai hal keimanan. aku nyaman berada di sini, dan aku ingin begini terus.

maaf random, maunya ngepost quotes aja, tp malah ngelantur kesini, sekalian curhat yaaa
ps: tulisan ini sama sekali nggak menyinggung soal sara lo yaa, cuma sekedar meluangkan cerita mengenai pengalaman kerohanian saya .

Tidak ada komentar: