we've all got both light and dark inside us what matters is the part we choose to action. That's who we really are.

Senin, 28 Maret 2011

i'm proud of you, PAS-Q V Smala!

Minggu, 27 Maret 2011
SMAN 1 Surabaya

Lomb
a Bendera II se- Jawa Timur
Hari itu, adalah hari yang nggak akan lupain. Hari dimana kami, angkatan XIX PAS-Q V mengikuti lomba perdana kami dan hari dimana kami, angkatan XIX dan XVIII mendapatkan piala pertama kami. Suasana yang ada benar2 bercampur aduk, senang gembira karena kami dapat pulang dengan membawa pulang piala Juara III lomba Tata Upacara Bendera, kecewa karena kami belum berhasil memenuhi target kami yang utama, yaitu membawa pulang piala juara I lomba PBB, bangga karena kami dapat berhasil membawa nama sekolah dan mendapatkan piala pertama di lomba perdana kami, sedih karena itu adalah hari terakhir kami dilatih oleh pelatih, sebentar lagi dia akan pindah ke Jember untuk melanjutkan sekolahnya di TNI, ada rasa sebal + menyesal juga karena kami sudah mengorbankan apa saja yang kami bisa, waktu, tempat, uang, tenaga, uang, dan pekerjaan2 lain, tp kami mendapatkan juara III, tp ada juga rasa syukur dalam hati kami, karena kami telah melaksanakan tugas pertama kami dengan baik, dengan semaksimal mungkin, sesuai dengan kemampuan kami dan bisa membuat mbak mas alumni bangga.

Legaaaaa sekali rasanya karena kami telah selesai mengikuti lomba perdana kami dan bagiku, ini adalah kenangan yang paling berkesan selama aku berada di PAS-Q V. Semua ini berawal dari proker angkatan XVIII yang ingin mendatangkan pelatih untuk PAS-Q V agar latihan kami dapat berjalan dengan baik. karena sebelumnya, ehm menurutku sih, latihan paski kurang terorganisir dengan baik. materi yang disampaikan mbak mas belum dapat kami - angkatan XIX serap dan praktekkan dengan baik. Latihan rasanya berjalan sangaaaat lamaaaaaaa sekaliii, dan dalam waktu yang lama itu pula, kami tak jarang gagal mereview materi yang disampaikan. Sungguh bobrok *maaf ya teman2, tp itu kan dulu*. kami juga jarang datang latihan lengkap satu angkatan, selalu ada di antara kami yang tidak bisa datang, itulah yang membuat latihan kami semakin tidak efektif.

tapi itu dulu, semenjak ada pelatih, memang sih latihan fisiknya jadi jauh lebih berat, awal2 dilatih, seminggu sekali kami lari komplek 1 atau 2 kali. kemudian push up minimal 20 kali. melakukan pemanasan tangan yang yaaa begitulah aku tak bisa menjelaskannya (kalau anak smala sih pasti udah tau, soalnya kami akhir2 ini latihan setiap hari dan selalu melakukan pemanasan itu), setiap harinya naik level 10 demi 10, jadi misalnya hari ini kami melakukan pemanasan itu 10x, besoknya 20 kali, dst. Sama juga, pemanasan kaki prosesnya seperti pemanasan tangan dan nggak kalah menyiksanya -___- tapi itu sama sekali nggak bikin kami patah semangat. Semakin hari kami semakin semangat mengikuti latihan. Memang sih awalnya kami sering "aras-arasen" tp lama kelamaan kami jadi punya keyakinan kalau apa yang kami lakukan sekarang ini nggak akan berakhir sia-sia. Mau suasana cerah, panas, mendung bahkan hujan deras+petir sekalipun kami tetap latihan. Kata pelatih, "kalau kalian latihan hujan2 seperti ini (waktu itu hujan deras+petir), kalian justru lebih termotivasi untuk lomba, soalnya waktu hari itu datang, kalian pasti jadi inget seberapa besarnya pengorbanan kalian waktu latihan di suasana seperti ini." kata pelatih itu memang benar.

awalnya kami memfokuskan latihan untuk lomba sila di SMAN 9 Sby, yang dilombakan merupakan PBB formasi, tp pelatih bilang kalau keadaan kami belum cukup "ndewa" untuk mengikuti lomba itu, akhirnya kami sepakat dan memutuskan untuk tidak mengikuti lomba sila dulu dan mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba Bendera II di SMAN 1 Surabaya. Dalam lomba itu yang dilombakan adalah PBB dasar dan Tata Upacara Bendera. Kata pelatih, selain lebih mudah, saingan kami juga tidak terlalu berat (katanya paling cuma smada sm trimurti, padahal 2 sekolah itu udah ndewa bgt -_-"). Semenjak keputusan itu dibuat, kami jadi lebih serius latihan, yaaa walaupun pada awalnya kami jarang datang lengkap sih, tp semakin mepet ke hari H-nya kami jadi semakin lengkap bwaaaa :D. Banyak momen suka duka seneng susah yang kami jalani bersama-sama. Untuk sementara gab antara senior dan junior dihilangkan. Aku pribadi ngerasa seneng dan nyaman dengan suasananya, karena kedudukan kami disama ratakan, tidak ada senior atau junior, kami semua sama, kami semua sama-sama berjuang untuk memberikan yang terbaik di lomba nanti.

sebenarnya banyak yang mau aku ceritakan, tp berhubung keterbatasan waktu, aku jadi nggak bisa nulis banyak T,T maklum tugas sekolah sendiri udah banyak, belum lagi urusan SS selain Pas-Q terus pulang sekolah juga mesti malem gara2 naek bemo. okelah dipotong sedikit ceritanya..
langsung aja ke hari H-nya pas lomba..

ini waktu lomba PBB nya, tuh mas Saka yang jadi dantonnya pake putih2 di celananya

Pas langkah tegap maju, kakinya masih tinggi, soalnya masih awal2 haha

sudah selesai melaksanakan tugas pertama

Barisan petugas dari Smala waktu lomba TUB (left to right: Dela, Rizka, Mbak Nadia, Mbak Mahes, Mas Saka, Ikang)

Barisan peserta upacara, pasukannya mas AW (left to right: Mas Rifqi, Sekar, Valen)

yang ini barisan peserta upacara pasukannya mas Abi (left to right: A'an, Lina, Aku :D)

lagi hormat waktu pengibaran bendera

Waktu pengibaran bendera, benderanya nyampe ujung atas pas banget sama waktu lagunya selesai, suporter smala (mbak mas alumni, senior, pelatih, temen2 dr SMA 13) langsung pada tepuk tangan semua, meriah banget huaha :D
yaa itulah kenangan kami saat melaksanakan lomba pertama, saat mendapatkan piala pertama kami, mungkin bagiku itu bakal jadi kenangan yang paling manis dan yang bakal paling aku ingat selama aku berada di Pas-Q V :)

Tapi... beberapa hari yang lalu, tanpa disangka-sangka, mbak mas senior kami telah mengadakan pra-diklat senior untuk kami, angkatan XIX. Rasanya begitu cepat kebersamaan itu hilang (yo mestine ga selebay iku seh, tp yaaa...) memang sih, mbak mas nya nggak se "ekstrim" dulu tp ya tetep aja rasanya sedih gimana gitu, karena kami mendapat kabar, bahwa kami akan mengikuti lomba kedua kami tanpa angkatan XVIII lagi. Mereka hanya akan membantu dalam hal persiapannya saja atau pada official team. Lomba ini harus kami ikuti dengan full dari angkatan XIX. Jumlah kami hanya 13, padahal untuk satu pleton dibutuhkan 15 orang, belum lagi dantonnya, maka dari itu kami diharuskan merekrut minimal 3 orang anak untuk mengikuti lomba bersama kami. Yaa, kalau masalah itu sih, aku pribadi nggak merasa terlalu berat, soalnya aku udah dapat kabar kalau udah ada 2 orang smalane yang mau ikut lomba sama kami. Tapi.... kenangan sama mbak masnya itu yang nggak nahan, aku mesti sensitif kalau disinggung soal itu, sekarang kami nggak akan latihan bersama mereka lagi (dalam rangka lomba), juga bersama pelatih...

mungkin nggak ada lagi mbak Nadia yang suka ngomong dengan nada tinggi, sahut2an sama Lina dengan suara yang sama tingginya....
mungkin nggak ada lagi mbak Nuri yang setiap pulang latihan mesti sibuk dengan kertas2 absennya....
mungkin nggak ada lagi mbak Mahes yang suka ngomong dengan logat Jakartanye
mungkin nggak ada lagi mas AW yang suka ngeluarin kata kata khasnya "Jembreeeet!"
mungkin nggak ada lagi mas Rifqi yang baris dengan mata melotot *maaf mas*
mungkin nggak ada lagi mas Saka yang waktu break latihan meluk2in mas mas lainnya *maaf juga mas*
mungkin nggak ada lagi mas Abi yang mesti dikambing hitamkan (perlu diketahui: kalau ada apa2 mesti mas abi yang kena "abii abii")
dan yang terakhir....
mungkin nggak ada pelatih lagi...

yaaah bukan nggak mungkin sih hal itu terjadi lagi, tp mungkin hal itu nggak akan terjadi lagi dalam satu waktu saat semuanya ada, latihan bersama.

Maaf kalau terkesan berlebihan, tapi ya ini yang aku rasakan tentang Pas-Q V smala. kenangan ini mungkin nggak bakal aku lupain. I'm Proud Of you, PAS-Q V SMALA !


Foto sama piala, pialanya cuma secuprit tp yg foto banyak bgt, pada lusuh semua lagi

eh ini pialanya digigit mas AW pek, nggilani --"


ini uda senior sendiri, cowok sendiri pula

Tidak ada komentar: